Hero Cover
Ruang Berita
Kinerja Kuartal Keempat & Tahun Buku 2025 Grup GoTo, Lampaui Pedoman Kinerja & Cetak Rekor
11 March 2026
title

Ikhtisar Kinerja

  • GoTo mencatatkan EBITDA Grup yang disesuaikan3 untuk tahun buku 2025 sebesar Rp2 triliun, melampaui pedoman kinerja sebesar Rp1,8–1,9 triliun. EBITDA Grup yang disesuaikan pada Kuartal 4 mencapai Rp672 miliar.
  • Pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan3 untuk tahun 2026 ditetapkan pada kisaran Rp3,2 hingga Rp3,4 triliun, naik 59–69% YoY sejalan dengan momentum pertumbuhan.
  • GTV inti1,4 Grup tumbuh menjadi Rp124 triliun pada Kuartal 4, naik 57% YoY dan Rp400 triliun atau 49% untuk setahun penuh.
  • Pendapatan bersih Grup meningkat 19% YoY menjadi Rp5 triliun pada Kuartal 4 dan Rp18,3 triliun untuk setahun penuh.
  • Arus kas bebas yang disesuaikan mencapai Rp748 miliar pada Kuartal 4 dan Rp966 miliar untuk setahun penuh.
  • Unit usaha Financial Technology mencetak EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp226 miliar pada Kuartal 4 dan Rp497 miliar untuk setahun penuh.
  • Unit usaha On-Demand Services mencatat EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp415 miliar pada Kuartal 4, naik 55% YoY.
  • Imbalan jasa e-commerce mencapai Rp193 miliar pada Kuartal 4 dengan total Rp820 miliar untuk setahun penuh.

Jakarta, Indonesia, 11 Maret 2026 – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (ā€œPerseroanā€ atau ā€œGrup GoToā€, BEI: GOTO), ekosistem digital terbesar di Indonesia, hari ini mengumumkan kinerja keuangan kuartal keempat dan tahun buku 2025. Perseroan berhasil melampaui pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan3 tahun 2025 sebesar Rp1,8-1,9 triliun, dan menetapkan pedoman untuk tahun buku 2026 naik 59-69% menjadi Rp3,2-3,4 triliun.

 

Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo, menyatakan: ā€œKami mencatatkan kinerja yang kuat di kuartal keempat dan selama tahun 2025, dengan GTV inti1 meningkat 49% secara tahunan dan EBITDA yang disesuaikan3 mencapai Rp2 triliun, melampaui pedoman yang telah kami tetapkan. Seiring berlanjutnya momentum ini, kami menetapkan pedoman EBITDA yang disesuaikan3 untuk 2026 di kisaran Rp3,2–3,4 triliun.ā€

 

ā€œPertumbuhan laba diperkirakan akan terus berlanjut di seluruh lini bisnis Financial Technology dan On-Demand Services sepanjang 2026. Untuk unit usaha On-Demand Services, kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan kami dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik.ā€

 

ā€œUntuk mewujudkannya, kami akan tetap fokus memberikan solusi nyata sesuai kebutuhan konsumen, baik di segmen affluent maupun mass market, sembari terus berinvestasi pada kapabilitas utama yang memungkinkan kami menghadirkan solusi tersebut.ā€

 

Simon Ho, Direktur Keuangan Grup GoTo, menambahkan: ā€œKinerja kami mencerminkan keberhasilan yang terus berlanjut dalam upaya mencetak pertumbuhan pendapatan (top-line) dan meningkatkan profitabilitas (bottom-line). Kami kembali mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan3, ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan operating leverage yang positif.ā€ 

 

ā€œKami juga mencatatkan peningkatan arus kas bebas yang disesuaikan9 positif, sebuah indikasi yang jelas dari penguatan fundamental bisnis dan alokasi modal yang efektif. Kinerja setahun penuh ini juga menjadi fondasi solid untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas seiring fokus kami menjalankan strategi di tahun 2026.ā€

 

Ikhtisar Kinerja Grup

 

Aktual

(dalam miliar Rupiah)

Untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Desember 2025

Untuk periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2025

2025

2024

Perubahan
YoY %

2025

2024

Perubahan
YoY %

Indikator Operasional

           

GTV Inti4

124.022

79.223

57%

399.848

277.058

44%

GTV2

211.732

144.464

47%

685.649

538.200

27%

             

Indikator Keuangan

           

Pendapatan Bersih

5.027

4.231

19%

18.322

15.894

15%

EBITDA yang disesuaikan3

672

32610

106%

2.008

24710

713%

Rugi Periode Berjalan

(505)

(926)

45%

(1.502)

(5.465)

73%

 

Proforma1

(dalam miliar Rupiah)

Untuk periode 12 bulan yang berakhir

31 Desember 2025

2025

2024

Perubahan YoY %

Indikator Operasional

     

GTV Inti4

399.848

268.165

49%

GTV2

685.649

519.784

32%

       

Indikator Keuangan

     

Pendapatan Bersih

18.322

14.753

24%

EBITDA yang disesuaikan3

2.008

31210

544%

Rugi Periode Berjalan

(1.633)

(3.084)

47%

 

 

GTV Inti1,4 Grup tumbuh 57% YoY menjadi Rp124 triliun pada Kuartal 4, dan meningkat 49% YoY menjadi Rp400 triliun untuk setahun penuh, total GTV1,2 naik menjadi Rp212 triliun, atau tumbuh 47% YoY pada Kuartal 4, dan meningkat 32% menjadi Rp686 triliun untuk setahun penuh.

 

Pendapatan bersih1 naik 19% YoY menjadi Rp5 triliun pada Kuartal 4, dan naik 24% YoY menjadi Rp18,3 triliun untuk setahun penuh. Sejalan dengan meningkatnya jumlah Pengguna yang Bertransaksi Tahunan (ATU)12 Grup sebesar 24% YoY menjadi 66 juta pengguna.

 

EBITDA Grup yang disesuaikan1,3 mencapai Rp672 miliar pada Kuartal 4, meningkat 106% YoY, dan Rp2 triliun untuk tahun buku 2025, mencerminkan peningkatan 544% YoY, melampaui pedoman Perseroan sebesar Rp1,8-1,9 triliun. 

 

Perseroan juga membukukan arus kas bebas yang disesuaikan9 positif sebesar Rp748 miliar pada Kuartal 4, atau Rp966 miliar untuk tahun penuh yang menunjukkan perbaikan fundamental bisnis dan alokasi modal yang efektif.

 

Imbalan jasa e-commerce dari PT Tokopedia mencapai Rp193 miliar pada kuartal keempat, atau mencapai Rp820 miliar untuk setahun penuh.

 

Financial Technology

 

(dalam miliar Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Desember 2025

Untuk periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2025

2025

2024

Perubahan YoY %

2025

2024

Perubahan YoY %

Indikator Operasional

           

GTV Inti4

116.267

71.612

62%

369.965

240.789

54%

GTV2

204.970

137.691

49%

659.608

494.590

33%

Nilai Buku Pinjaman Konsumen6

8.777

5.224

68%

8.777

5.224

68%

Pengguna yang Bertransaksi Bulanan (MTU’s, dalam satuan juta)11

26,2

20,2

30%

23,4

18,1

29%

             

Indikator Keuangan

           

Pendapatan Bersih

1.676

1.157

45%

5.780

3.557

62%

Pendapatan Pinjaman7 

1.101

704

56%

3.781

1.935

95%

EBITDA yang disesuaikan3

226

14

1.514%

497

(467)

n.a

 

 

 

 

 

 

 

  • Pengguna yang Bertransaksi Bulanan (MTU)11 naik 30% YoY menjadi 26,2 juta pada Kuartal 4, dan mencapai rekor 27,3 juta pengguna pada akhir tahun 2025. Pengguna yang Bertransaksi Tahunan (ATU)12 tumbuh 36% menjadi 57 juta seiring langkah Perseroan yang terus meningkatkan interaksi pengguna di dalam aplikasi dan monetisasi.
  • Unit usaha financial technology mencapai lebih dari 600 juta transaksi bulanan pada Desember 2025, meningkat 76% YoY seiring dengan penambahan fitur-fitur baru yang mendorong tingkat interaksi lebih tinggi.
  • GTV inti4 tumbuh 62% YoY menjadi Rp116,3 triliun pada Kuartal 4, dan meningkat 54% YoY menjadi Rp370 triliun untuk setahun penuh, ditopang oleh semakin kuatnya segmen consumer payments serta pertumbuhan pengguna dan transaksi yang kuat.
  • Pendapatan bersih tumbuh 45% YoY menjadi Rp1,7 triliun pada Kuartal 4, dan 62% YoY menjadi Rp5,8 triliun untuk setahun penuh, didukung oleh ekspansi nilai buku pinjaman konsumen dan pertumbuhan transaksi pembayaran yang stabil. 
  • Pendapatan pinjaman7 tumbuh 56% YoY menjadi Rp1,1 triliun pada Kuartal 4 dan tumbuh 95% YoY menjadi Rp3,8 triliun untuk setahun penuh dikarenakan peningkatan nilai buku pinjaman konsumen6 menjadi Rp8,8 triliun, atau naik 68% YoY.
  • EBITDA yang disesuaikan3 mencapai rekor Rp226 miliar pada Kuartal 4, membawa capaian setahun penuh di angka Rp497 miliar, menandai profitabilitas selama lima kuartal berturut-turut, didorong oleh peningkatan kinerja dari segmen payments dan pinjaman.
  • Manajemen risiko yang disiplin terus dipertahankan seiring dengan pertumbuhan skala bisnis pinjaman. Didukung oleh proses underwriting berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan data ekosistem yang memungkinkan penilaian kredit yang komprehensif untuk menjaga kualitas aset yang kuat.

 

On-Demand Services

 

(dalam miliar Rupiah)

Untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Desember 2025

Untuk periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2025

2025

2024

Perubahan YoY %

2025

2024

Perubahan YoY %

Indikator Operasional5

           

GTV2,5

17.710

17.058

4%

66.534

61.873

8%

Mobility2,5,8

6.516

6.359

2%

24.715

23.113

7%

Delivery2,5,8

11.194

10.699

5%

41.819

38.760

8%

             

Indikator Keuangan

           

Pendapatan Bersih5

3.397

3.090

10%

12.596

10.880

16%

Mobility5,8

858

746

15%

3.133

2.733

15%

Delivery5,8

2.539

2.344

8%

9.463

8.147

16%

             

EBITDA yang disesuaikan3

415

267

55%

1.393

679

105%

Mobility3,8

275

226

22%

870

736

18%

Delivery3,8

183

82

123%

691

143

383%

Biaya Korporasi Grup yang Dialokasikan

(43)

(41)

-5%

(168)

(200)

16%

 
  • GTV On-Demand Services2,5 tumbuh 4% YoY menjadi Rp17,7 triliun pada Kuartal 4, dan meningkat 8% YoY menjadi Rp66,5 triliun untuk setahun penuh.
  • Pendapatan bersih5 meningkat 10% YoY pada Kuartal 4, mencapai Rp3,4 triliun, dan meningkat 16% YoY menjadi Rp12,6 triliun untuk setahun penuh, didukung oleh optimalisasi product mix, pendapatan iklan yang lebih tinggi, dan pengeluaran insentif yang disiplin.
  • EBITDA yang disesuaikan3 meningkat 55% YoY dan mencetak rekor tertinggi ke angka Rp415 miliar, yang menandakan peningkatan EBITDA yang disesuaikan3 selama enam kuartal berturut-turut. EBITDA yang disesuaikan3 juga meningkat 105% YoY menjadi Rp1,4 triliun untuk periode setahun penuh.
  • Perseroan tetap berkomitmen untuk mengakselerasi pertumbuhan melalui strategi berbasis produk yang berfokus pada kebutuhan pengguna affluent maupun mass market.
  • AI telah berperan penting dalam mendorong pertumbuhan usaha, sebagai contoh Perseroan sudah meningkatkan kemampuan pencarian dan rekomendasi, memperluas visibilitas pencarian, konversi konsumen, dan nilai belanja per transaksi (basket size).
  • Kesejahteraan mitra pengemudi tetap menjadi prioritas utama yang merepresentasikan investasi disiplin yang sehat dalam ekosistem GoTo. Oleh karena itu, telah diumumkan bahwa sebanyak 400.000 mitra pengemudi yang memenuhi syarat, menerima Bonus Hari Raya (BHR) menjelang Lebaran 2026. 
  • Mobility
    • GTV Mobility2,5,8 tumbuh sebesar 2% YoY menjadi Rp6,5 triliun pada Kuartal 4 dan 7% YoY menjadi Rp24,7 triliun untuk setahun penuh.
    • Pendapatan bersih5,8 meningkat sebesar 15% YoY pada Kuartal 4, mencapai Rp858 miliar, dan 15% YoY menjadi Rp3,13 triliun untuk setahun penuh.
    • EBITDA yang disesuaikan3,8 meningkat sebesar 22% YoY menjadi Rp275 miliar pada Kuartal 4, dan 18% YoY menjadi Rp870 miliar untuk setahun penuh.
  • Delivery
    • GTV Delivery2,5,8 tumbuh sebesar 5% YoY menjadi Rp11,2 triliun pada Kuartal 4 dan 8% YoY menjadi Rp41,8 triliun untuk setahun penuh.
    • Pendapatan bersih5,8 meningkat sebesar 8% YoY, mencapai Rp2,54 triliun pada Kuartal 4, dan 16% YoY atau Rp9,46 triliun untuk setahun penuh.
    • EBITDA yang disesuaikan3,8 bertumbuh sebesar 123% YoY mencapai Rp183 miliar pada Kuartal 4, tumbuh 383% YoY ke angka Rp691 miliar untuk setahun penuh.

 

Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG)


GoTo terus memperkuat inisiatif yang berfokus pada keberlanjutan, inklusivitas, dan pengembangan komunitas. Pencapaian di Kuartal 4 tahun 2025 mencakup:

 

  • Menjadi ekosistem digital pertama di Indonesia yang menyediakan perlindungan sosial secara menyeluruh (BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan) untuk mitra pengemudi dengan performa yang baik melalui Program Apresiasi Mitra GoTo.
  • Meningkatkan aksesibilitas beasiswa bagi mitra pengemudi dan keluarga mereka melalui Yayasan GoTo Merah Putih, serta meluncurkan Bursa Kerja Mitra Driver Gojek, sebuah platform penyedia lapangan kerja yang dirancang untuk mendukung pengembangan profesional dan masa depan mitra pengemudi.
  • Melampaui target Perseroan dalam pengadaan 10.000 kendaran listrik (Electric Vehicles) pada armada mitra pengemudi, guna mempercepat pencapaian target dekarbonisasi jangka panjang.
  • Memperluas program pengelolaan limbah operasional ke seluruh kantor di Jakarta, sebagai bentuk komitmen Perseroan dalam mencapai target zero-waste-to-landfill pada seluruh kegiatan operasional perusahaan.
  • Meluncurkan pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) resmi pertama bagi karyawan GoTo, sebagai upaya memberdayakan sumber daya manusia dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan komunikatif.

 

Pedoman Kinerja 2026


GoTo memperkirakan percepatan pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas sepanjang tahun 2026 dengan memanfaatkan ekosistemnya yang bisa memberikan solusi atas permasalahan sehari-hari pelanggan, dan terus berinvestasi ke kapabilitas yang dibutuhkan untuk mendukung hal tersebut.

 

Untuk periode tahun penuh 2026, saat ini Perseroan memperkirakan: 

  • EBITDA Grup yang disesuaikan3 berada di kisaran Rp3,2 triliun-Rp3,4 triliun.
  • EBITDA yang disesuaikan3 untuk unit usaha Financial Technology berada di kisaran Rp1,4-Rp1,5 triliun.
  • EBITDA yang disesuaikan3 untuk unit usaha On-Demand Services berada di kisaran Rp1,7-Rp1,8 triliun.

Pedoman ini didasarkan pada kondisi pasar saat ini dan mencerminkan perkiraan awal Perseroan, yang seluruhnya bergantung pada berbagai ketidakpastian dan risiko termasuk meningkatnya persaingan pasar, inflasi biaya, kondisi perekonomian makro, dan variabel lainnya.

 

- SELESAI -

 

Tentang Grup GoTo

GoTo adalah ekosistem digital terbesar di Indonesia. Misi GoTo adalah 'mendorong kemajuan' dengan menyediakan infrastruktur teknologi dan solusi yang membantu semua orang untuk mengakses dan berkembang dalam ekonomi digital. Ekosistem GoTo menawarkan berbagai layanan, termasuk mobilitas, pengantaran, pembayaran, layanan keuangan, dan solusi teknologi untuk para pedagang. Selain itu, ekosistem ini juga menyediakan layanan e-commerce melalui Tokopedia dan layanan perbankan melalui kemitraannya dengan Bank Jago.

 

Pernyataan Berwawasan ke Depan (Forward-Looking Statements)

Dokumen ini dapat memuat informasi berwawasan ke depan atau pernyataan berwawasan ke depan, termasuk namun tidak terbatas pada diskusi tentang strategi, rencana ke depan, dan kinerja keuangan indikatif (secara kolektif disebut ā€œforward-looking informationā€). Forward-looking information ini didasarkan pada sejumlah ekspektasi, estimasi, proyeksi, dan asumsi manajemen saat ini. Meskipun dianggap wajar, forward-looking information ini tunduk pada risiko dan ketidakpastian yang signifikan, termasuk bisnis, ekonomi, persaingan, serta faktor lainnya. Forward-looking information bukan merupakan suatu jaminan atas kinerja di masa mendatang, dan untuk tidak sepenuhnya dijadikan sebagai dasar untuk membuat keputusan investasi apa pun karena melibatkan risiko, ketidakpastian, dan faktor lain yang diketahui maupun yang tidak diketahui (termasuk risiko dan ketidakpastian dalam laporan keuangan konsolidasian GoTo dan Analisis dan Pembahasan Manajemen yang tersedia di situs web GoTo), yang mungkin dapat menyebabkan hasil aktual atau masa depan yang berbeda secara material dari yang dipaparkan atau tersirat dari forward-looking information tersebut. Setiap estimasi, strategi investasi, atau pandangan yang diungkapkan dalam dokumen ini didasarkan pada kondisi pasar saat ini, dan/atau data dan informasi yang diberikan oleh pihak ketiga yang tidak terafiliasi, dan dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Grup GoTo belum melakukan verifikasi secara independen atas informasi apa pun yang diperoleh dari sumber pihak ketiga, yang dapat mempengaruhi keakuratan asumsi yang dibuat dan kesimpulan yang diambil. Kecuali diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan, Grup GoTo menyangkal adanya tanggung jawab apa pun untuk memperbaharui informasi atau atau melakukan revisi terhadap forward-looking information apa pun, baik sebagai akibat dari adanya informasi atau peristiwa baru, atau lainnya. Para pembaca diminta untuk tidak bergantung semata-mata pada forward-looking information ini, yang tidak boleh dipandang, dengan sendirinya, sebagai dasar untuk membuat keputusan investasi.

 

Pengukuran Keuangan Non-PSAK

Grup GoTo menggunakan sejumlah ukuran keuangan non-Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (PSAK), termasuk EBITDA yang disesuaikan, laba sebelum pajak yang disesuaikan dan arus kas bebas yang disesuaikan untuk memahami dan mengevaluasi kinerja operasional utama Grup GoTo. Namun, definisi pengukuran keuangan non-PSAK yang digunakan oleh Grup GoTo yang disajikan di sini mungkin berbeda dari yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan lain, dan oleh karena itu mungkin tidak dapat saling dibandingkan. Selanjutnya, pengukuran keuangan non-PSAK ini memiliki keterbatasan tertentu, karena tidak mencakup dampak dari biaya-biaya tertentu yang tercermin dalam laporan keuangan konsolidasi Grup GoTo yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan usahanya. Dengan demikian, pengukuran keuangan non-PSAK ini harus dipertimbangkan sebagai informasi tambahan, bukan sebagai pengganti, atau terpisah dari, pengukuran yang disusun sesuai dengan PSAK.

 

Pengukuran non-PSAK tidak dimaksudkan untuk menggantikan penyajian hasil keuangan Grup GoTo sesuai dengan PSAK. Namun, Grup GoTo percaya bahwa penyajian EBITDA yang disesuaikan, laba sebelum pajak yang disesuaikan dan arus kas bebas yang disesuaikan memberikan informasi tambahan kepada investor untuk memfasilitasi perbandingan kinerja masa lalu dan saat ini, dengan mengecualikan item-item yang menurut Grup GoTo tidak mencerminkan operasi berkelanjutan Grup GoTo karena besarnya dan/atau sifatnya. EBITDA yang disesuaikan, laba sebelum pajak yang disesuaikan, dan arus kas bebas yang disesuaikan yang disajikan di sini mungkin tidak dapat dibandingkan dengan pengukuran dengan istilah serupa yang disajikan oleh perusahaan-perusahaan lain, yang mungkin menggunakan dan menentukan pengukuran ini secara berbeda. Oleh karena itu, pengukuran non-PSAK ini tidak boleh dibandingkan dengan yang disajikan oleh perusahaan-perusahaan lain.

 

Informasi Keuangan Konsolidasian

Grup GoTo telah menyajikan hasil untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024. Informasi keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024 diambil dari laporan keuangan konsolidasi GoTo pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 (dengan informasi keuangan konsolidasian pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 sebagai pembanding) yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Bersertifikat Independen.

 

Grup GoTo telah menyajikan hasil untuk tiga bulan yang berakhir pada 31 Desember 2025, 30 September 2025, 30 Juni 2025, 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 yang telah disiapkan oleh dan merupakan tanggung jawab manajemen. Informasi keuangan konsolidasian untuk tiga bulan yang berakhir pada 31 Desember 2025, 30 September 2025, 30 Juni 2025, 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 belum diaudit, ditelaah, diperiksa, atau diterapkan prosedur apapun. Oleh karena itu, tidak terdapat opini atau bentuk keyakinan lainnya yang diungkapkan sehubungan dengan setiap dan seluruh informasi keuangan konsolidasian untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, 30 September 2025, 30 Juni 2025, 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 yang disajikan dalam dokumen ini.

 

Grup GoTo juga telah menyajikan beberapa informasi keuangan konsolidasian secara proforma seolah-olah Tokopedia dan kegiatan usaha pengiriman serta fulfillment terkait dibawah GoTo Logistics telah didekonsolidasikan sejak 1 Januari 2024. Informasi keuangan proforma tersebut telah disusun berdasarkan informasi keuangan historis Grup GoTo. Informasi keuangan proforma ini (i) tidak dapat diartikan sebagai penyajian lengkap atas kinerja keuangan atau hasil operasi Grup GoTo jika transaksi-transaksi tersebut telah diselesaikan pada dan untuk periode yang disajikan; (ii) disajikan berdasarkan informasi dan perkiraan serta asumsi yang tersedia saat ini yang diyakini oleh manajemen Grup GoTo wajar pada tanggal diterbitkannya dokumen ini; (iii) diperuntukkan untuk tujuan penyajian informasi semata; dan (iv) tidak mencerminkan seluruh keputusan yang diambil oleh Grup GoTo setelah dekonsolidasi. Selain itu, informasi keuangan proforma tersebut disajikan hanya untuk tujuan ilustrasi dan informasi semata serta tidak selalu mencerminkan hasil operasional atau kondisi keuangan Grup GoTo di masa mendatang sebagai perusahaan independen yang sahamnya diperdagangkan secara publik. Informasi keuangan proforma yang tercantum dalam dokumen ini telah disiapkan oleh dan merupakan tanggung jawab manajemen. Informasi keuangan proforma ini belum diaudit, ditinjau, diperiksa, atau dikenakan prosedur apa pun oleh konsultan pihak ketiga atau akuntan publik bersertifikat independen.  Oleh karena itu, tidak ada pendapat atau bentuk jaminan lainnya yang diberikan terkait dengan informasi keuangan proforma yang disajikan dalam dokumen ini.

 


  1. Indikator proforma mengasumsikan Tokopedia dan bisnis pengiriman serta pemenuhan (fulfillment) di bawah GoTo Logistics didekonsolidasi per 1 Januari 2024. Angka spesifik per segmen adalah sebagaimana dilaporkan, kecuali dinyatakan sebaliknya.
  2. Nilai Transaksi Bruto (GTV) merupakan ukuran operasional yang mencakup:

      1. Jumlah nilai transaksi dari segmen On-Demand Services serta berbagai biaya tambahan termasuk biaya tol dan tip.

      2. Jumlah nilai produk dan layanan yang tercatat dari platform e-commerce kami, tidak termasuk Tokopedia.

      3. Jumlah nilai total volume pembayaran, atau TPV (Total Payments Volume) yang diproses melalui platform financial technology kami, dan

      4. Pengecualian transaksi antarperusahaan antara entitas di dalam perusahaan yang telah dieliminasi saat konsolidasi.

  3. Grup GoTo menghitung EBITDA yang disesuaikan, yang merupakan pengukuran keuangan non-PSAK, dimulai dengan rugi sebelum pajak penghasilan dan disesuaikan dengan: (i) beban penyusutan dan amortisasi; (ii) pendapatan keuangan; (iii) biaya bunga; (iv) kerugian penurunan nilai aset atas kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual; (v)  (pembalikan)/kerugian penurunan nilai investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama; (vi) kerugian atas penurunan nilai goodwill; (vii) penyesuaian nilai wajar instrumen keuangan; (viii) (pembalikan)/rugi penurunan nilai aset tak berwujud dan aset tetap; (ix) biaya kompensasi berbasis saham; (x) (keuntungan)/kerugian selisih kurs, bersih; (xi) bagian (keuntungan)/kerugian bersih pada entitas asosiasi dan ventura bersama; (xii) (keuntungan)/kerugian atas divestasi dan dilusi investasi, bersih; (xiii) pendapatan dividen; dan (xiv) pos-pos yang tidak berulang (non-recurring items).

  4. GTV inti adalah GTV dengan mengecualikan GTV dari gerbang pembayaran mitra pedagang (merchant payment gateway) untuk segmen Financial Technology dan GTV Vietnam pada segmen On-Demand Services.

  5. Tidak memasukkan Vietnam.

  6. Nilai buku pinjaman konsumen mencakup pokok pinjaman yang tercatat pada neraca maupun di luar neraca. Pinjaman di luar neraca merupakan pinjaman yang disalurkan oleh segmen Financial Technology namun didanai melalui skema penyaluran pinjaman dengan mitra penyalur lembaga keuangan lainnya.

  7. Pendapatan pinjaman mengacu pada jasa pinjaman pada catatan atas laporan keuangan konsolidasian Perseroan catatan 25.

  8. Di unit bisnis On-Demand Services, Mobility mencakup bisnis transportasi online kendaraan roda dua dan roda empat. Delivery mencakup jasa pengantaran makanan online, logistik on-demand, dan bisnis quick commerce.

  9. Arus kas bebas yang disesuaikan adalah arus kas operasi setelah disesuaikan dengan arus kas yang terkait dengan belanja modal, pembiayaan dan pinjaman yang disalurkan kepada pengguna, serta penerimaan dari pengguna dikurangi pembayaran kepada pedagang, penyedia jasa, dan pemberi pinjaman. 

  10. Per Kuartal 1 2025, EBITDA yang disesuaikan telah disajikan ulang dengan mengecualikan keuntungan dan kerugian selisih kurs yang telah direalisasi guna memastikan bahwa angka tersebut mencerminkan kinerja operasional yang mendasarinya secara akurat. 

  11. MTU Financial Technology berarti rata-rata Pengguna Bertransaksi Bulanan menggunakan layanan Financial Technology, baik di dalam platform maupun di luar platform, selama periode pelaporan. 

  12. Pengguna yang Bertransaksi Tahunan (ATU) berarti jumlah pengguna unik yang menggunakan produk On-Demand Services, atau Financial Technology, baik di dalam platform maupun di luar platform, selama dua belas bulan terakhir hingga akhir periode pelaporan.

     



Kontak:

 

Media

GoTo Group: corporate.affairs@gotocompany.com

 

Investor/Analis

GoTo Group: ir@gotocompany.com   

 

Powered By
goto