- Tonggak sejarah baru tercapainya laba bersih
- Laba bersih: GoTo mencatatkan laba bersih untuk pertama kalinya sebesar Rp171 miliar, sebagai hasil dari transformasi yang berlangsung selama bertahun-tahun. Pencapaian ini dapat terwujud berkat fokus GoTo pada pelanggan dan dengan tetap menjaga disiplin keuangan.
- EBITDA yang disesuaikan2: EBITDA yang disesuaikan2 naik 131% YoY menjadi Rp907 miliar yang mencerminkan langkah signifikan menuju pedoman EBITDA yang disesuaikan2 Rp3,2-3,4 triliun.
- Arus kas bebas yang disesuaikan7: Arus kas bebas yang disesuaikan7 mencapai Rp1,3 triliun.
- Pertumbuhan pendapatan yang signifikan, di mana 1 dari 3 orang dewasa di Indonesia bertransaksi di ekosistem dalam 12 bulan terakhir
- Pengguna bertransaksi tahunan (ATU): ATU9 Grup tumbuh 22% YoY menjadi 69 juta setara dengan sepertiga10 populasi dewasa Indonesia.
- GTV inti4: GTV inti4 sebesar Rp138 triliun, naik 65% YoY.
- Pendapatan bersih: Pendapatan bersih naik 26% YoY menjadi Rp5,3 triliun.
- Rekor EBITDA yang disesuaikan2,3 di Fintech dan On-demand Services
- Fintech: EBITDA yang disesuaikan2,3 tumbuh 674% YoY menjadi Rp 364 miliar, sejalan dengan pengguna bertransaksi bulanan (MTU)8 yang naik 33%. Nilai buku pinjaman5 tumbuh 59% mencapai Rp9,9 triliun, seiring dengan peningkatan jumlah pengguna layanan pembayaran.
- On-demand Services: EBITDA yang disesuaikan2,3 tumbuh 40% YoY menjadi Rp439 miliar, didukung dengan peningkatan penggunaan produk premium di kalangan pengguna menengah atas (affluent).
Jakarta, Indonesia, 28 April 2026 – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan” atau “Grup GoTo”, BEI: GOTO), ekosistem digital terbesar di Indonesia, hari ini mengumumkan kinerja keuangan kuartal pertama. Perseroan mencatatkan laba bersih untuk pertama kali sebesar Rp171 miliar, dibandingkan dengan rugi bersih Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo, mengatakan: “Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami. Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha. Perjalanan kami berlanjut seiring dengan upaya kami dalam mengakselerasi pertumbuhan melalui pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan, melalui investasi secara berkelanjutan pada kemampuan bisnis yang akan membantu kami mewujudkan hal ini. Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini, dan percaya bahwa GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik kepada jutaan masyarakat Indonesia.”
Hans menambahkan, “GoTo mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, mendukung kesejahteraan, serta memperkuat berbagai dukungan yang dapat kami berikan kepada mitra driver.”
Simon Ho, Direktur Keuangan Grup GoTo, menambahkan: “Pencapaian ini mencerminkan operating leverage yang kini tertanam secara struktural dalam bisnis kami. Pertumbuhan pendapatan melebihi pertumbuhan biaya secara signifikan, baik di bisnis Fintech maupun On-demand Services. Biaya layanan kami juga menurun seiring dengan strategi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kami yang mulai membuahkan hasil. Kami memasuki sisa tahun ini dengan arus kas bebas yang disesuaikan7 positif dan neraca keuangan yang kuat, menegaskan kembali pedoman EBITDA yang disesuaikan2 untuk setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun.
Ikhtisar Kinerja Grup
|
(dalam miliar Rupiah) |
Periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret |
||
|
2026 |
2025 |
Perubahan YoY% |
|
|
Indikator operasional |
|||
|
GTV inti4 |
137.685 |
83.221 |
65% |
|
GTV1 |
236.316 |
144.560 |
63% |
|
Indikator keuangan |
|||
|
Pendapatan bersih |
5.341 |
4.231 |
26% |
|
EBITDA yang disesuaikan2 |
907 |
393 |
131% |
|
Laba/(rugi) bersih periode berjalan |
171 |
(367) |
n.a |
Perseroan mencatatkan laba bersih untuk pertama kalinya sebesar Rp171 miliar, menunjukkan peningkatan Rp538 miliar YoY dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp367 miliar pada kuartal 1 2025.
Perseroan terus meningkatkan skala seiring dengan pertumbuhan Pengguna Bertransaksi Tahunan Grup (ATU)9 sebesar 22% YoY menjadi 69 juta.
Pendapatan bersih tumbuh 26% YoY menjadi Rp5,3 triliun seiring dengan pertumbuhan GTV inti4 Grup sebesar 65% YoY menjadi Rp138 triliun, dengan total GTV1 naik menjadi Rp236 triliun, meningkat 63% YoY.
EBITDA Grup yang disesuaikan2 mencapai Rp907 miliar, naik 131% YoY, menunjukkan awal yang kuat menuju pedoman kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan2 setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun.
Perseroan juga mencatatkan arus kas bebas disesuaikan7 positif sebesar Rp1,3 triliun, menunjukkan perbaikan fundamental bisnis, profitabilitas dan disiplin biaya.
Imbalan jasa e-commerce GoTo dari PT Tokopedia mencapai Rp288 miliar.
GoTo terus meningkatkan kemampuan teknologinya, memperkenalkan program AI baru yang menyatukan semua inisiatif AI di bawah satu strategi yang berfokus pada pelanggan, yang akan menurunkan biaya layanan, meningkatkan interaksi dan konversi pengguna.
Financial Technology
|
(dalam miliar Rupiah |
Periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret |
||
|
2026 |
2025 |
Perubahan YoY % |
|
|
Indikator operasional |
|
|
|
|
GTV inti4 |
130.636 |
76.148 |
72% |
|
GTV1 |
230.212 |
138.404 |
66% |
|
Nilai buku pinjaman5 |
9.893 |
6.203 |
59% |
|
Pengguna bertransaksi bulanan (MTUs, dalam jutaan)8 |
27,5 |
20,6 |
33% |
|
Indikator keuangan |
|||
|
Pendapatan bersih |
1.909 |
1.206 |
58% |
|
EBITDA yang disesuaikan2,3 |
364 |
47 |
674% |
- Pengguna Bertransaksi Bulanan (MTU)8 Fintech meningkat sebesar 33% YoY menjadi 27,5 juta, mendorong lebih dari dua miliar transaksi pada kuartal 1 2026, naik 84% YoY.
- GTV inti4 tumbuh 72% YoY menjadi Rp131 triliun, didorong oleh peningkatan berkelanjutan pada segmen pembayaran konsumen serta pertumbuhan yang solid pada jumlah pengguna dan transaksi.
- Pendapatan bersih tumbuh 58% YoY menjadi Rp1,9 triliun, didorong oleh akuisisi pengguna yang solid, pertumbuhan yang kuat di segmen bisnis pembayaran, dan nilai buku pinjaman yang tumbuh berkelanjutan.
- EBITDA yang disesuaikan2,3 tumbuh 674% YoY mencapai rekor Rp364 miliar. Hal ini mencerminkan keberhasilan mempertahankan profitabilitas selama enam kuartal berturut-turut yang didorong oleh pertumbuhan pendapatan dan operating leverage.
- Aplikasi GoPay terus mendorong pertumbuhan nilai buku pinjaman5 yang mencapai Rp9,9 triliun, meningkat 59% YoY. Di sisi lain, kualitas kredit tetap konsisten, menunjukkan tata kelola risiko GoTo yang berbasis data mampu mendukung pertumbuhan sambil memastikan risiko kredit tetap terjaga.
On-demand Services
|
(dalam miliar Rupiah) |
Periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret |
||
|
2026 |
2025 |
Perubahan YoY% |
|
|
Indikator operasional |
|
||
|
GTV1 |
16.344 |
15.710 |
4% |
|
Mobility1,6 |
5.713 |
5.899 |
-3% |
|
Delivery1,6 |
10.631 |
9.811 |
8% |
|
Indikator keuangan |
|||
|
Pendapatan bersih |
3.360 |
3.007 |
12% |
|
Mobility6 |
815 |
752 |
8% |
|
Delivery6 |
2.545 |
2.255 |
13% |
|
EBITDA yang disesuaikan2,3 |
439 |
314 |
40% |
|
Mobility2,3,6 |
280 |
222 |
26% |
|
Delivery2,3,6 |
203 |
133 |
53% |
|
Biaya korporasi Grup yang dialokasikan |
(44) |
(41) |
-7% |
- GTV1,6 On-demand Services tumbuh 4% YoY menjadi Rp16,3 triliun, sedangkan pendapatan bersih tumbuh 12% YoY, mencapai Rp3,4 triliun, didorong oleh perubahan bauran produk dan rasionalisasi belanja insentif.
- EBITDA yang disesuaikan2,3 naik 40% YoY mencapai rekor Rp439 miliar, yang menandai perbaikan EBITDA yang disesuaikan2,3 positif selama tujuh kuartal berturut-turut.
- Perseroan terus menunjukkan kemajuan di segmen menengah atas (affluent), dengan kelompok ‘Pengguna dengan Pengeluaran Sangat Tinggi’ yang tumbuh 18% YoY.
- Perseroan tetap berkomitmen untuk mengakselerasi pertumbuhan, melalui kemampuan baru di segmen mass market yang tengah dikembangkan.
- Kesejahteraan mitra pengemudi tetap menjadi prioritas utama dan fundamental bagi ketahanan bisnis. Perseroan mendistribusikan pembayaran Bonus Hari Raya (BHR) kurang lebih Rp110 miliar kepada mitra pengemudi yang memenuhi syarat, dan mulai menyediakan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan) kepada mitra pengemudi yang memenuhi syarat sejak 1 Februari.
- Mobility:
- GTV1,6 Mobility turun 3% YoY menjadi Rp5,7 triliun dikarenakan faktor musiman yang mempengaruhi volume permintaan.
- Pendapatan bersih6 naik 8% YoY, mencapai Rp815 miliar.
- EBITDA yang disesuaikan2,3,6 tumbuh 26% YoY menjadi Rp280 miliar.
- Delivery:
- GTV1,6 Delivery tumbuh 8% YoY menjadi Rp10,6 triliun.
- Pendapatan bersih6 naik 13% YoY, mencapai Rp2,5 triliun.
- EBITDA yang disesuaikan2,3,6 tumbuh 53% YoY, mencapai Rp203 miliar.
Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (ESG)
GoTo terus berkomitmen fokus pada keberlanjutan, inklusi, dan pengembangan komunitas. Laporan Keberlanjutan tahunan Perseroan, yang menguraikan inisiatif dan kemajuan ESG untuk tahun 2025, kini tersedia bersama dengan Laporan Tahunan Perseroan 2025. Keduanya dapat dilihat di situs web Perseroan. Perkembangan lain dari kuartal 1 2026 mencakup peningkatan Peringkat ESG MSCI menjadi ‘AA’, yang mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam kinerja ESG Perseroan.
Pedoman Kinerja 2026
GoTo tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan2 untuk setahun penuh di angka Rp3,2-3,4 triliun, meskipun mencatatkan kinerja yang kuat pada kuartal pertama tahun 2026. Hal tersebut mempertimbangkan ketidakpastian makroekonomi global yang terjadi saat ini.
Proyeksi ini mencerminkan estimasi awal Perusahaan, yang seluruhnya masih bergantung pada berbagai risiko, termasuk meningkatnya persaingan pasar, inflasi biaya, dan ketidakpastian makroekonomi serta variabel lainnya.
⸻ SELESAI ⸻
Tentang Grup GoTo
GoTo adalah ekosistem digital terbesar di Indonesia. Misi GoTo adalah “mendorong kemajuan” dengan menyediakan infrastruktur teknologi dan solusi yang memungkinkan semua orang untuk mengakses dan berkembang dalam ekonomi digital.
Ekosistem GoTo mencakup berbagai layanan, termasuk mobilitas, jasa pengantaran, pembayaran, layanan keuangan, serta solusi teknologi untuk para pedagang. Ekosistem ini juga mencakup layanan e-commerce melalui Tokopedia serta layanan perbankan melalui kemitraannya dengan Bank Jago.
Pernyataan Berwawasan ke Depan (Forward-Looking Statement)
Informasi ini mungkin memuat informasi berwawasan ke depan (forward-looking information) atau pernyataan berwawasan ke depan, termasuk, namun tidak terbatas pada, diskusi mengenai strategi, rencana di masa depan, dan kinerja keuangan indikatif (secara kolektif, "informasi berwawasan ke depan"). Informasi berwawasan ke depan didasarkan pada ekspektasi, estimasi, proyeksi, dan asumsi manajemen saat ini. Meskipun dianggap wajar, hal-hal tersebut tunduk pada risiko dan ketidakpastian yang signifikan, termasuk faktor bisnis, ekonomi, kompetitif, dan faktor-faktor lainnya. Informasi berwawasan ke depan bukan merupakan jaminan kinerja di masa depan, dan ketergantungan yang tidak semestinya tidak boleh ditempatkan pada informasi tersebut sebagai dasar untuk membuat keputusan investasi apa pun karena informasi tersebut melibatkan risiko, ketidakpastian, dan faktor-faktor lain yang diketahui maupun tidak diketahui, yang dapat menyebabkan hasil aktual atau hasil di masa depan berbeda secara material dari yang diungkapkan atau tersirat oleh informasi berwawasan ke depan tersebut. Faktor-faktor tersebut mencakup, namun tidak terbatas pada, peningkatan persaingan pasar, inflasi biaya, kondisi makroekonomi, dan variabel lainnya. Setiap estimasi, strategi investasi, atau pandangan yang diungkapkan dalam dokumen ini didasarkan pada kondisi pasar saat ini, dan/atau data serta informasi yang disediakan oleh pihak ketiga yang tidak terafiliasi, dan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Grup GoTo belum memverifikasi secara independen informasi apa pun yang diperoleh dari sumber pihak ketiga, yang dapat memengaruhi keakuratan asumsi yang dibuat dan kesimpulan yang ditarik. Kecuali sebagaimana diwajibkan oleh hukum, Grup GoTo melepaskan kewajiban apa pun untuk memperbarui atau merevisi informasi berwawasan ke depan, baik sebagai akibat dari informasi baru, peristiwa, atau hal lainnya. Pembaca diperingatkan untuk tidak menaruh ketergantungan yang tidak semestinya pada informasi berwawasan ke depan ini, yang tidak boleh dipandang, dengan sendirinya, sebagai dasar untuk membuat keputusan investasi apa pun.
Pengukuran Non-PSAK
Grup GoTo menggunakan sejumlah ukuran keuangan non-Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (SAK), termasuk EBITDA yang disesuaikan dan arus kas bebas yang disesuaikan, untuk memahami dan mengevaluasi kinerja operasional inti GoTo Group. Namun, definisi ukuran keuangan non-SAK Grup GoTo mungkin berbeda dari yang digunakan oleh perusahaan lain, dan oleh karena itu, mungkin tidak dapat dibandingkan. Lebih lanjut, ukuran keuangan non-SAK ini memiliki keterbatasan tertentu karena tidak mencakup dampak dari pengeluaran tertentu yang tercermin dalam laporan keuangan konsolidasi Grup GoTo yang diperlukan untuk menjalankan bisnis Grup GoTo. Dengan demikian, ukuran keuangan non-SAK ini harus dipertimbangkan sebagai tambahan, bukan sebagai pengganti, atau terpisah dari, ukuran yang disusun sesuai dengan PSAK.
Pengukuran non-SAK tidak dimaksudkan untuk menggantikan penyajian hasil keuangan Grup GoTo sesuai dengan PSAK. Sebaliknya, Grup GoTo percaya bahwa penyajian EBITDA yang disesuaikan dan arus kas bebas yang disesuaikan memberikan informasi tambahan kepada investor untuk memfasilitasi perbandingan hasil masa lalu dan sekarang, tidak termasuk item-item yang menurut Grup GoTo tidak menunjukkan operasi berkelanjutan Grup GoTo karena ukuran dan/atau sifatnya. EBITDA yang disesuaikan dan arus kas bebas yang disesuaikan yang disajikan di sini mungkin tidak dapat dibandingkan dengan ukuran serupa yang disajikan oleh perusahaan lain, yang mungkin menggunakan dan mendefinisikan ukuran ini secara berbeda. Oleh karena itu, ukuran non-SAK ini tidak boleh dibandingkan dengan ukuran yang disajikan oleh perusahaan lain.
Informasi Keuangan Konsolidasian
Grup GoTo telah menyampaikan kinerja keuangan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026, 31 Desember 2025, 30 September 2025, 30 Juni 2025, dan 31 Maret 2025, yang telah disusun dan menjadi tanggung jawab manajemen. Informasi keuangan konsolidasian untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026, 31 Desember 2025, 30 September 2025, 30 Juni 2025, dan 31 Maret 2025, belum diaudit, ditinjau, diperiksa, atau dikenakan prosedur apapun. Oleh karena itu, tidak ada opini atau bentuk jaminan lain yang dinyatakan sehubungan dengan semua informasi keuangan konsolidasian untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026, 31 Desember 2025, 30 September 2025, 30 Juni 2025, dan 31 Maret 2025, yang disajikan dalam dokumen ini.
- Nilai Transaksi Bruto (GTV) merupakan ukuran operasional yang mencakup:
- Jumlah nilai transaksi dari On-Demand Services dan biaya tambahan apa pun seperti tol dan tip.
- Jumlah nilai produk dan layanan yang tercatat di platform E-commerce kami yang tersisa, tidak termasuk Tokopedia.
- Jumlah total volume pembayaran, atau TPV yang diproses melalui platform Teknologi Keuangan GoTo.
- Pengecualian transaksi antar Perusahaan antara entitas di dalam Perusahaan yang dihilangkan setelah konsolidasi.
- Grup GoTo menghitung EBITDA yang disesuaikan, yang merupakan pengukuran keuangan non-PSAK, dimulai dengan laba (rugi) sebelum pajak penghasilan dan disesuaikan dengan: (i) beban penyusutan dan amortisasi; (ii) pendapatan keuangan; (iii) biaya bunga; (iv) kerugian penurunan nilai aset atas kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual; (v) kerugian penurunan nilai investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama; (vi) kerugian atas penurunan nilai goodwill; (vii) penyesuaian nilai wajar instrumen keuangan; (viii) rugi penurunan nilai aset tak berwujud dan aset tetap; (ix) biaya kompensasi berbasis saham; (x) keuntungan selisih kurs, bersih; (xi) bagian (keuntungan)/kerugian bersih pada entitas asosiasi dan ventura bersama; (xii) keuntungan atas divestasi dan dilusi investasi, bersih; (xiii) pendapatan dividen; dan (xiv) pos-pos yang tidak berulang (non-recurring items).
- EBITDA yang disesuaikan segmen spesifik mencerminkan EBITDA yang disesuaikan setiap segmen dan mencakup seluruh pendapatan serta biaya yang diatribusikan secara langsung kepada segmen tersebut dan biaya korporasi yang dialokasikan.
- GTV inti adalah GTV dengan mengecualikan GTV dari gerbang pembayaran mitra pedagang (merchant payment gateway) untuk segmen Financial Technology.
- Nilai buku pinjaman, atau portofolio pinjaman, mencakup saldo pokok pinjaman yang belum dilunasi baik yang tercatat maupun yang tidak tercatat dalam neraca. Pinjaman yang tidak tercatat dalam neraca mewakili pinjaman yang berasal dari segmen Teknologi Keuangan GoTo tetapi didanai melalui pengaturan penyaluran pinjaman dengan mitra penyalur. Nilai buku pinjaman mencakup pinjaman konsumen dan pinjaman untuk mitra usaha.
- Di unit bisnis On-demand Services, Mobility mencakup bisnis transportasi online kendaraan roda dua dan roda empat. Delivery mencakup jasa pengantaran makanan online, logistik on-demand, dan bisnis quick commerce.
- Arus kas bebas yang disesuaikan adalah arus kas operasi setelah disesuaikan dengan pembiayaan dan pinjaman yang disalurkan kepada pengguna, serta penerimaan dari pengguna dikurangi pembayaran kepada pedagang, penyedia jasa, dan pemberi pinjaman, dan dikurangi dengan arus kas yang terkait dengan belanja modal.
- Financial Technology MTU berarti rata-rata Pengguna yang Bertransaksi Bulanan yang menggunakan Layanan Teknologi Keuangan, di dalam platform atau di luar platform, selama periode yang disebutkan.
- Pengguna Bertransaksi Tahunan (Annual Transacting Users/ATU) berarti jumlah pengguna unik yang menggunakan produk On-Demand Services atau layanan Financial Technology, baik di dalam platform maupun di luar platform, selama dua belas bulan terakhir hingga akhir periode yang dinyatakan.
- Berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia, populasi dewasa Indonesia (berusia 20 tahun ke atas) diperkirakan mencapai sekitar 198,4 juta jiwa per Februari 2026.
Kontak
Media
GoTo Group: corporate.affairs@gotocompany.com
Investors/analysts
GoTo Group: ir@gotocompany.com
