.png)
Jakarta, 29 Juli 2026 – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan” atau “Grup GoTo”, BEI: GOTO), perusahaan induk Gojek dan GoPay, hari ini mengumumkan pencapaian laba bersih kuartal II-2026, menandai dua kuartal berturut-turut mencetak laba bersih.
Pada kuartal II-2026 GoTo mencatatkan laba bersih1 Rp252 miliar, melanjutkan kinerja positif setelah meraih laba bersih sebesar Rp171 miliar pada kuartal I-2026. Pertumbuhan juga mengalami akselerasi, tercermin dari peningkatan GTV inti5 sebesar 83% YoY menjadi Rp164 triliun, sementara pendapatan bersih meningkat 31% YoY mencapai Rp5,7 triliun.
Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo, mengatakan, “Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan3 meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya. Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul. Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis On-demand Services untuk pertama kalinya. Hal ini menunjukkan kekuatan dan keseimbangan ekosistem kami.”
“Pada 1 Juli 2026, struktur komisi baru mulai diberlakukan sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026. Struktur ini berlaku untuk bisnis transportasi roda dua Gojek, yang menyumbang sekitar 7% dari pendapatan bersih Grup. Dampak dari perubahan komisi ini akan terlihat pada laporan keuangan kuartal ketiga. Namun, setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis tetap stabil.”
“Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami percaya bisa mengatasi dampaknya. Karena itu, kami tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp3,2-3,4 triliun. Kami memperkirakan kontribusi dari bisnis On-demand Services akan berkurang, sementara bisnis Fintech akan memberikan kontribusi lebih besar.”
“Seiring dengan berkembangnya ekosistem, kami terus berinvestasi untuk mendukung pelanggan kami, termasuk mendukung Mitra Driver Gojek, di antaranya melalui perluasan Program Apresiasi Mitra, mulai dari BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Beasiswa, hingga Umrah gratis. Bagi kami, kesuksesan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di dalam ekosistem GoTo.”
Kinerja GoTo Grup
- Laba bersih Rp252 miliar pada kuartal kedua. Ini adalah dua kuartal berturut-turut GoTo mencatat laba, didorong pertumbuhan pendapatan dan upaya untuk tetap disiplin dalam menjaga beban.
- Pendapatan bersih naik 31% YoY menjadi Rp5,7 triliun.
- EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat 137% YoY, melampaui Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya.
- Pengguna bertransaksi tahunan (ATUs)9 tumbuh 19% YoY menjadi 71 juta.
- GTV inti tumbuh 83% YoY menjadi Rp164 triliun.
- Pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh tetap Rp3,2-3,4 triliun
- Pedoman kinerja Fintech ditingkatkan menjadi Rp1,7-1,8 triliun, dari sebelumnya Rp1,4-1,5 triliun.
- Pedoman kinerja ODS diturunkan menjadi Rp1,4-1,5 triliun, dari sebelumnya Rp1,7-1,8 triliun, menyusul batasan komisi GoRide 8%10.
- Hal ini mencerminkan kekuatan ekosistem yang saling menopang
- Perseroan juga mengumumkan rencana untuk membatalkan lebih dari 32 miliar saham tresuri atau setara dengan kurang lebih 2,7% dari total saham beredar. Dalam melakukan pembatalan saham tresuri, Perseroan akan mematuhi ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan meminta persetujuan dari para pemegang saham. Perseroan akan menyampaikan informasi lebih lanjut, termasuk pengumuman dan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), setelah seluruh persiapan selesai dilakukan.
Kinerja On-demand Services (Gojek)
- EBITDA yang disesuaikan4 sebesar Rp464 miliar, meningkat 41% YoY didorong oleh pendapatan bersih sebesar Rp3,6 triliun.
- Jumlah pesanan yang sudah selesai11 tumbuh sebesar 3% YoY dan 8% QoQ, sementara GTV2,7 naik lebih lambat sebesar 2% YoY menjadi Rp16,7 triliun. Perseroan lebih memprioritaskan peningkatan margin, menjelang berlakunya aturan komisi 8% yang baru.
- Kinerja di segmen Delivery tetap kuat dengan peningkatan margin menjadi 2,1% dari 1,8% di tahun sebelumnya. Sementara itu di segmen Mobility, margin meningkat menjadi 5,0% dari 3,0% di tahun sebelumnya.
- Pelanggan affluent menjadi pendorong utama kinerja, didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dengan tingkat pengeluaran sangat tinggi sebesar 21% dibanding tahun lalu.
- Investasi pada mass market mulai menunjukkan hasil dan dengan adanya penerapan komisi 8%, kami akan mengalihkan fokus ke produk yang terjangkau dan sering digunakan.
Kinerja Fintech (GoPay)
- EBITDA yang disesuaikan naik 447% YoY, mencapai Rp481 miliar. Sementara itu, pendapatan bersih naik 53% YoY menjadi lebih dari Rp2,0 triliun.
- Jumlah Pengguna yang Bertransaksi Bulanan (MTU)8 mencapai 28,8 juta, naik 29% dibandingkan tahun lalu, sementara jumlah transaksi tumbuh 91% dibandingkan tahun lalu menjadi 2,4 miliar, menunjukkan pengguna semakin aktif.
- GTV inti, di luar transaksi merchant payment gateway, naik 91% dibandingkan tahun lalu menjadi Rp157 triliun.
- User engagement yang semakin tinggi ikut mendorong pertumbuhan pinjaman. Hal ini tercermin dari nilai buku pinjaman6 yang tumbuh 58% dibandingkan tahun lalu, menjadi Rp11 triliun.
- Kualitas pinjaman tetap terjaga, dengan tingkat tunggakan dan rasio NPL yang stabil.
Pedoman Kinerja 2026
GoTo tetap mempertahankan pedoman kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun. Perseroan menaikkan pedoman kinerja Fintech menjadi Rp1,7-1,8 triliun dari sebelumnya Rp1,4-1,5 triliun, seiring dengan kinerja bisnis yang terus unggul. Perseroan juga menurunkan pedoman kinerja On-demand Services menjadi Rp1,4-1,5 triliun dari Rp1,7-1,8 triliun, sebagai dampak dari penerapan komisi aplikasi sebesar 8%10.
Pedoman ini mengacu pada perkiraan awal Perseroan yang mengacu pada kondisi saat ini dan masih dapat berubah sewaktu-waktu akibat berbagai risiko termasuk ketatnya persaingan pasar dan inflasi biaya, hingga ketidakpastian ekonomi makro serta variabel lainnya yang berada di luar kendali Perseroan.
Appendix
Ikhtisar Kinerja Grup
| (dalam miliar Rupiah) | Periode tiga bulan yang berakhir 30 Juni | Periode enam bulan yang berakhir 30 Juni | ||||
| 2026 | 2025 | Perubahan YoY % | 2026 | 2025 | Perubahan YoY % | |
| Ikhtisar Operasional | ||||||
| GTV Inti5 | 164.331 | 89.759 | 83% | 302.016 | 172.980 | 75% |
| GTV2 | 271.423 | 152.873 | 78% | 507.739 | 297.433 | 71% |
| Ikhtisar Keuangan | ||||||
| Pendapatan bersih | 5.653 | 4.328 | 31% | 10.994 | 8.559 | 28% |
| EBITDA yang disesuaikan3 | 1.010 | 427 | 137% | 1.917 | 820 | 134% |
| Laba/(rugi) periode berjalan1 | 252 | (375) | n.a | 423 | (742) | n.a |
On-demand Services (Gojek)
| (dalam miliar Rupiah) | Periode tiga bulan yang berakhir 30 Juni | Periode enam bulan yang berakhir 30 Juni | ||||
| 2026 | 2025 | Perubahan YoY % | 2026 | 2025 | Perubahan YoY % | |
| Ikhtisar Operasional | ||||||
| GTV2 | 16.693 | 16.371 | 2% | 33.037 | 32.081 | 3% |
| Mobility2,7 | 5.854 | 6.047 | -3% | 11.567 | 11.946 | -3% |
| Delivery2,7 | 10.839 | 10.324 | 5% | 21.470 | 20.135 | 7% |
| Ikhtisar Keuangan | ||||||
| Pendapatan bersih | 3.593 | 2.987 | 20% | 6.953 | 5.994 | 16% |
| Mobility7 | 873 | 727 | 20% | 1.688 | 1.479 | 14% |
| Delivery7 | 2.720 | 2.260 | 20% | 5.265 | 4.515 | 17% |
| EBITDA yang disesuaikan3,4 | 464 | 328 | 41% | 903 | 642 | 41% |
| Mobility3,4,7 | 290 | 183 | 58% | 570 | 405 | 41% |
| Delivery3,4,7 | 223 | 186 | 20% | 426 | 319 | 34% |
| Biaya korporasi Grup yang dialokasikan | (49) | (41) | -20% | (93) | (82) | -13% |
Fintech (GoPay)
| (dalam miliar Rupiah, kecuali dinyatakan lain) | Periode tiga bulan yang berakhir 30 Juni | Periode enam bulan yang berakhir 30 Juni | ||||
| 2026 | 2025 | Perubahan YoY % | 2026 | 2025 | Perubahan YoY % | |
| Ikhtisar Operasional | ||||||
| GTV Inti5 | 157.326 | 82.224 | 91% | 287.962 | 158.372 | 82% |
| GTV2 | 265.361 | 146.284 | 81% | 495.573 | 284.688 | 74% |
| Nilai Buku Pinjaman6 | 11,026 | 6,985 | 58% | 11,026 | 6,985 | 58% |
| MTUs (dalam jutaan)8 | 28,8 | 22,4 | 29% | 28,2 | 21,5 | 31% |
| Ikhtisar Keuangan | ||||||
| Pendapatan bersih | 2.070 | 1.356 | 53% | 3.979 | 2.562 | 55% |
| EBITDA yang disesuaikan3,4 | 481 | 88 | 447% | 845 | 135 | 526% |
Tentang Grup GoTo
GoTo adalah ekosistem digital terbesar di Indonesia. Misi GoTo adalah 'mendorong kemajuan' dengan menyediakan infrastruktur teknologi dan solusi yang membantu semua orang untuk mengakses dan berkembang dalam ekonomi digital. Ekosistem GoTo menawarkan berbagai layanan, termasuk mobilitas, pengantaran, pembayaran, layanan keuangan, dan solusi teknologi untuk para pedagang. Selain itu, ekosistem ini juga menyediakan layanan e-commerce melalui Tokopedia dan layanan perbankan melalui kemitraannya dengan Bank Jago
Pernyataan Berwawasan ke Depan (Forward-Looking Statement)
Informasi ini mungkin memuat informasi berwawasan ke depan (forward-looking information) atau pernyataan berwawasan ke depan, termasuk, namun tidak terbatas pada, diskusi mengenai strategi, rencana di masa depan, dan kinerja keuangan indikatif (secara kolektif, "informasi berwawasan ke depan"). Informasi berwawasan ke depan didasarkan pada ekspektasi, estimasi, proyeksi, dan asumsi manajemen saat ini. Meskipun dianggap wajar, hal-hal tersebut tunduk pada risiko dan ketidakpastian yang signifikan, termasuk faktor bisnis, ekonomi, kompetitif, dan faktor-faktor lainnya. Informasi berwawasan ke depan bukan merupakan jaminan kinerja di masa depan, dan ketergantungan yang tidak semestinya tidak boleh ditempatkan pada informasi tersebut sebagai dasar untuk membuat keputusan investasi apa pun karena informasi tersebut melibatkan risiko, ketidakpastian, dan faktor-faktor lain yang diketahui maupun tidak diketahui, yang dapat menyebabkan hasil aktual atau hasil di masa depan berbeda secara material dari yang diungkapkan atau tersirat oleh informasi berwawasan ke depan tersebut. Faktor-faktor tersebut mencakup, namun tidak terbatas pada, peningkatan persaingan pasar, inflasi biaya, kondisi makroekonomi, dan variabel lainnya. Setiap estimasi, strategi investasi, atau pandangan yang diungkapkan dalam dokumen ini didasarkan pada kondisi pasar saat ini, dan/atau data serta informasi yang disediakan oleh pihak ketiga yang tidak terafiliasi, dan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Grup GoTo belum memverifikasi secara independen informasi apa pun yang diperoleh dari sumber pihak ketiga, yang dapat memengaruhi keakuratan asumsi yang dibuat dan kesimpulan yang ditarik. Kecuali sebagaimana diwajibkan oleh hukum, Grup GoTo melepaskan kewajiban apa pun untuk memperbarui atau merevisi informasi berwawasan ke depan, baik sebagai akibat dari informasi baru, peristiwa, atau hal lainnya. Pembaca diperingatkan untuk tidak menaruh ketergantungan yang tidak semestinya pada informasi berwawasan ke depan ini, yang tidak boleh dipandang, dengan sendirinya, sebagai dasar untuk membuat keputusan investasi apa pun.
Pengukuran Non-PSAK
Grup GoTo menggunakan sejumlah ukuran keuangan non-Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (SAK), termasuk EBITDA yang disesuaikan dan arus kas bebas yang disesuaikan, untuk memahami dan mengevaluasi kinerja operasional inti GoTo Group. Namun, definisi ukuran keuangan non-SAK Grup GoTo mungkin berbeda dari yang digunakan oleh perusahaan lain, dan oleh karena itu, mungkin tidak dapat dibandingkan. Lebih lanjut, ukuran keuangan non-SAK ini memiliki keterbatasan tertentu karena tidak mencakup dampak dari pengeluaran tertentu yang tercermin dalam laporan keuangan konsolidasi Grup GoTo yang diperlukan untuk menjalankan bisnis Grup GoTo. Dengan demikian, ukuran keuangan non-SAK ini harus dipertimbangkan sebagai tambahan, bukan sebagai pengganti, atau terpisah dari, ukuran yang disusun sesuai dengan PSAK.
Pengukuran non-SAK tidak dimaksudkan untuk menggantikan penyajian hasil keuangan Grup GoTo sesuai dengan PSAK. Sebaliknya, Grup GoTo percaya bahwa penyajian EBITDA yang disesuaikan dan arus kas bebas yang disesuaikan memberikan informasi tambahan kepada investor untuk memfasilitasi perbandingan hasil masa lalu dan sekarang, tidak termasuk item-item yang menurut Grup GoTo tidak menunjukkan operasi berkelanjutan Grup GoTo karena ukuran dan/atau sifatnya. EBITDA yang disesuaikan dan arus kas bebas yang disesuaikan yang disajikan di sini mungkin tidak dapat dibandingkan dengan ukuran serupa yang disajikan oleh perusahaan lain, yang mungkin menggunakan dan mendefinisikan ukuran ini secara berbeda. Oleh karena itu, ukuran non-SAK ini tidak boleh dibandingkan dengan ukuran yang disajikan oleh perusahaan lain.
Informasi Keuangan Konsolidasian
Grup GoTo telah menyampaikan kinerja keuangan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, 31 Maret 2026, 31 Desember 2025, 30 September 2025, dan 30 Juni 2025, yang telah disusun dan menjadi tanggung jawab manajemen. Informasi keuangan konsolidasian untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, 31 Maret 2026, 31 Desember 2025, 30 September 2025, dan 30 Juni 2025, belum diaudit, ditinjau, diperiksa, atau dikenakan prosedur apapun. Oleh karena itu, tidak ada opini atau bentuk jaminan lain yang dinyatakan sehubungan dengan semua informasi keuangan konsolidasian untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026, 31 Maret 2026, 31 Desember 2025, 30 September 2025, dan 30 Juni 2025, yang disajikan dalam dokumen ini.
- Laba periode berjalan (termasuk kepentingan non-pengendali). Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp350 miliar pada kuartal kedua tahun 2026 (2Q26) dan Rp607 miliar pada semester pertama tahun 2026 (1H26) dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp297 miliar pada 2Q25 dan rugi bersih sebesar Rp580 miliar pada 1H25
- Nilai Transaksi Bruto (GTV) merupakan ukuran operasional yang mencakup:
- Jumlah nilai transaksi dari On-Demand Services dan biaya tambahan apa pun seperti tol dan tip.
- Jumlah total volume pembayaran, atau TPV yang diproses melalui platform Teknologi Keuangan GoTo.
- Pengecualian transaksi antar Perusahaan antara entitas di dalam Perusahaan yang dihilangkan setelah konsolidasi.
- Grup GoTo menghitung EBITDA yang disesuaikan, yang merupakan pengukuran keuangan non-PSAK, dimulai dengan laba (rugi) sebelum pajak penghasilan dan disesuaikan dengan: (i) beban penyusutan dan amortisasi; (ii) pendapatan keuangan; (iii) biaya bunga; (iv) kerugian penurunan nilai aset atas kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual; (v) kerugian penurunan nilai investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama; (vi) kerugian atas penurunan nilai goodwill; (vii) penyesuaian nilai wajar instrumen keuangan; (viii) rugi penurunan nilai aset tak berwujud dan aset tetap; (ix) biaya kompensasi berbasis saham; (x) kerugian/(keuntungan) selisih kurs, bersih; (xi) bagian kerugian bersih pada entitas asosiasi dan ventura bersama; (xii) keuntungan atas divestasi dan dilusi investasi, bersih; (xiii) pendapatan dividen; dan (xiv) pos-pos yang tidak berulang (non-recurring items).
- EBITDA yang disesuaikan segmen spesifik mencerminkan EBITDA yang disesuaikan setiap segmen dan mencakup seluruh pendapatan serta biaya yang diatribusikan secara langsung kepada segmen tersebut dan biaya korporasi yang dialokasikan.
- GTV inti adalah GTV dengan mengecualikan GTV dari gerbang pembayaran mitra pedagang (merchant payment gateway) untuk segmen Financial Technology.
- Nilai buku pinjaman, atau portofolio pinjaman, mencakup saldo pokok pinjaman yang belum dilunasi baik yang tercatat maupun yang tidak tercatat dalam neraca. Pinjaman yang tidak tercatat dalam neraca mewakili pinjaman yang berasal dari segmen Teknologi Keuangan GoTo tetapi didanai melalui pengaturan penyaluran pinjaman dengan mitra penyalur. Nilai buku pinjaman mencakup pinjaman konsumen dan pinjaman untuk mitra usaha.
- Di unit bisnis On-demand Services, Mobility mencakup bisnis transportasi online kendaraan roda dua dan roda empat. Delivery mencakup jasa pengantaran makanan online, logistik on-demand, dan bisnis quick commerce.
- Financial Technology MTU berarti rata-rata Pengguna unik yang Bertransaksi Bulanan yang menggunakan Layanan Teknologi Keuangan, di dalam platform atau di luar platform, selama periode yang disebutkan.
- Pengguna Bertransaksi Tahunan (Annual Transacting Users/ATU) berarti jumlah pengguna unik yang menggunakan produk On-Demand Services atau layanan Financial Technology, baik di dalam platform maupun di luar platform, selama dua belas bulan terakhir hingga akhir periode yang dinyatakan.
- Pada 1 Juli 2026, struktur komisi baru mulai diberlakukan sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026. Struktur ini berlaku untuk bisnis transportasi roda dua Gojek.
- Transaksi yang telah berhasil dipenuhi atau dikirimkan kepada pengguna atau tujuan
